Sunday, June 3, 2018

DITIPU BISNIS, ANGGAP SAJA SEDANG MENABUR BENIH ! (BELAJAR BERFIKIR POSITIF)


Pada tanggal 4/6/18. Saya ingin menuliskan firman TUHAN, tentang menabur benih dalam kehidupan kita semua, seperti hal nya yang tertulis dalam fiman-NYA :


"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya." ( Mzm 126 : 5-6 ).

Ya, saya memakai ayat ini, karena saya menganggap ayat firman TUHAN ini, berbicara keras untuk saya, untuk memberikan pedoman yang bernilai positif.

Ya, saat ini memang saya telah mengalami kepahitan hidup yang sungguh menyakitkan. Bagaimana tidak ? Saya ditipu dalam berbisnis oleh beberapa orang, yang saya kira mereka semua baik. Ternyata, semua kenyataan itu berbanding terbalik semuanya.

Mengapa saya memakai ayat ini untuk berfikir secara positif saya ?.

Ya, karena saya percaya bahwa janji semua firman TUHAN adalah Ya dan Amin saja. [Ref : ( 2Kor 1 :19-20 )]. Saya  menganggap segala penipuan dalam hidup saya, yaitu sebagai saya menabur benih untuk kehidupan saya ini. Saya percaya, dengan saya berfikir secara positif seperti ini. Saya seperti mendapatkan suatu dorongan positif, dari perintah TUHAN kepada saya. Ya, memang tujuan saya adalah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Tetapi hal itu tidak mungkin bisa begitu hilang saja dalam pikiran saya. Makanya, saya berfikir segala penipuan dengan jumlah miliaran rupiah terhadap saya. Saya berfikir, semua ini memang harus terjadi, tetapi dengan kata lain tidak mengulangi hal yang sama, dan tetap berpedoman terhadap firman TUHAN.

Yang paling berat dalam penipuan ini adalah saya ditipu oleh seseorang dengan semua tagihan kartu kredit, yang tidak saya pakai semua jumlah nominalnya yang cukup fantastis. Tetapi saya harus membayarnya itu. Hal ini sangat berat dan bertentangan terus dalam hidup saya. Tetapi, apaboleh buat nasi sudah menjadi bubur. Semua memang harus terjadi, dan lagi saya menganggapnya seperti saya menabur benih kebaikan menolong seseorang yang membutuhkan uang itu untuk kehidupannya. (Inilah yang dinamakan berfikir secara positif berdasarkan firman TUHAN).

 Pesan bagi saudara-saudara sekalian yang mengalami seperti saya adalah :

Yang, saya syukuri sekarang adalah, Saya harus percaya dan kita semua harus percaya, bahwa TUHAN, pasti akan memulihkan keadaan kita seperti yang terjadi dalam Ayub. Ayub mendapatkan semua gantinya dari TUHAN 2x lipat dari kepunyaanya dahulu. [Ref : ( Ayb 42 : 10 )].

Anggaplah semua penipuan dari orang yang berbuat jahat kepada kita/orang fasik kepada kita, semuanya adalah bentuk kita menabur benih terhadap orang-orang yang membutuhkan. Karena semua ini adalah perintah TUHAN, dan percayalah bahwa orang-orang yang telah menipu kita semua akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah. Karena firman TUHAN berjanji dalam firman-NYA :

"Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya". ( Gal 6 : 7b ).

Dan percayalah bahwa segala pembalasan adalah mutlak Hak TUHAN. [Ref : ( Rm 12 : 19 )].

Dan yang terpenting adalah percayalah, bahwa segala persekutuan kita dengan TUHAN, semuanya tidak akan pernah sia-sia. [Ref : ( 1Kor 5 : 58 )].

Inilah ayat yang selalu mengingatkan saya dalam kehidupan saya saat ini, ayat tentang menabur yang tidak akan sia-sia, seperti yang dikatakan dalam kitab Pengkhotbah, yaitu :

"Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik." ( Pkh 11 :6 ).

Ayat ini sungguh saya ingin praktekan dalam kehidupan saya yang sekarang, dan menganggap masa lalu yang jatuh didalam penipuan itu, seperti kita sedang menabur benih. Karena kita semua harus yakin, bahwa apa yang kita tabur, pasti suatu saat kita akan menuainya dengan sorak-sorai. [Ref : ( Mzm 126 : 5-6 )].

Anggap saja, uang yang hilang dahulu dimakan orang. Aku percaya, bahwa aku sanggup menganggap itu semua bukanlah hakku, tetapi melainkan hak TUHAN, yang menyuruhku dalam perintah-NYA untuk menaburkan itu semua kepada orang-orang yang membutuhkan. Percayalah pada TUHAN, semua akan indah pada waktunya. [Ref : ( Pkh 3 : 11 )]/

Haleluya, Puji TUHAN. Imanuel, Allah beserta kita. [Ref : ( Mat 1 : 23 )]. Amin

Baca juga : http://menaradoakristen.blogspot.com/2018/06/tuhan-pasti-berikan-keadilan-dalam-hidup.html


3 comments:

  1. Saya yakin & percaya, Tuhan Yesus Allah yg dashyat, dan akan senantiasa memberikan yg terbaik untuk anak yg di sayang Nya. Amin ...

    ReplyDelete
  2. Hari ini kejadian tidak mengenakkan itupun dtg menghampiri kehidupan sy,ketika di hari pertama sy berjualan makanan online blm ada yg beli malah sdh ditipu jutaan rupiah namun sy yakin dan percaya ada maksud dibalik setiap musibah...belajar mengikhlaskan mungkin bekam rejeki kita uang yg berbulan2 terkumpul dr hasil kerja keras, aku percaya janjiMu ya dan amin Tuhan

    ReplyDelete
  3. yaa tuhan sama denganmkondoro saya saatbini card saya semua dia pake teman saya yg awalnya baik sekarang dia malah jahat tidak mauelunasi card saya malah saya di suruh talangin terus drmgan janji nanti aku di tutup da putihkan tapi sampe skrg dia kaya cari cari alasan meminta uang drngan dalih ini sifatnya talangan nanti dikembalikan tp sampe skrg card ga di tutup tutup dengan banuak alasan yaa Tuhan sayabharus bagaimana tolong berikan saya petunjuk

    ReplyDelete